Spirit SDGs dalam Mewujudkan Keadilan Ekonomi melalui Peran Zakat

post-thumb

SURAKARTA, KRNH UNS –  Direktur Direktorat Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Rasionalisasi Universitas Sebelas Maret (UNS ), Ibrahim Fatwa Wijaya, S.E., M.Sc., Ph.D, menekankan pentingnya Zakat sebagai solusi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Menurutnya,  zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai media redistribusi kekayaan dan stabilisasi ekonomi bagi kelompok fakir miskin. Hal ini disampaikannya dalam Tarawih Edukatif pada kegiatan Kampus Ramadan Nurul Huda Universitas Sebelas Maret 1447 H  Surakarta, Rabu (18/2). 

Saat menyampaikan materi, Ibrahim mengawalinya dengan memaparkan hubungan erat antara Islam, entrepreneurship, dan zakat sebagai fondasi penting dalam sistem ekonomi Islam. Ia menegaskan bahwa ekonomi Islam memiliki tiga ciri utama, yakni pelarangan riba, kewajiban zakat, serta injeksi moral dan nilai dalam setiap aktivitas bisnis. Menurutnya, ekonomi dalam Islam tidak hanya berbicara tentang keuntungan, tetapi juga harus dibangun di atas prinsip keadilan dan keberkahan.

Ia juga menjelaskan peran zakat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai media efektif untuk mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. zakat juga berfungsi sebagai stabilisasi ekonomi, terutama dalam membantu kelompok fakir miskin agar tidak semakin rentan secara sosial maupun finansial. “Dalam Islam, zakat memegang peran sentral dalam redistribusi kekayaan agar harta tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Hasyr ayat 7,” ujarnya. 

Dalam penyampainnya, ia turut membahas pandangan Max Weber yang menyebut Islam sebagai agama yang kurang kompatibel dalam perkembangan sosial ekonomi. Berdasarkan World Values Survey, negara-negara mayoritas Muslim sering kali berada dalam kelompok low income countries. Namun, ia menegaskan bahwa Islam sejatinya tidak mengajarkan sikap pasrah tanpa usaha. Islam berada di jalan tengah dengan menekankan ikhtiar, kerja keras, dan belajar sebaik mungkin, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT. 

Kegiatan Tarawih Edukatif di Masjid Nurul Huda UNS ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan baru mengenai peran zakat dalam misi pencapaian SDGs. Melalui zakat, Islam menghadirkan mekanisme redistribusi kekayaan yang mampu mengurangi kemiskinan, menekan ketimpangan, serta memperkuat stabilitas ekonomi bagi kelompok fakir miskin. Semangat entrepreneurship dalam Islam harus terus dikembangkan karena kerja keras dan produktivitas umat akan membuka peluang kesejahteraan yang dapat disalurkan kembali melalui zakat. [PRA]

Post terkait


post-thumb

SURAKARTA, KRNH UNS – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni sekaligus Ketua Takmir Masjid Nurul...